When life goes hard. That’s when you grow up

Semua orang pasti berpikir, semakin lama hidup, semakin banyak kesulitan, semakin banyak rintangan, jauh lebih sibuk dari tahun – tahun sebelumnya. Disaat mereka diserbu oleh pasukan tugas dan deadline, ga sedikit dari mereka yang diam sejenak disela – sela mengetik atau menulis laporan, lalu akalnya melayang kembali ke tahun – tahun bahagia yang pernah mereka lalui, tawa canda tanpa pikiran tugas sedikitpun, rasanya hidup bagai diatas awan tanpa gangguan. Senyum
atau cekikikan kecil yang keluar dari sumber lisan saat semua memori terlintas dalam benak. “Sungguh indah masa itu” gumaman rutin setiap insan. Namun kini semua itu berupa kenangan, bayangan.. Kini saat kembali pada nyata, terpampanglah monitor PC dan setumpuk kertas dengan deadline yang diluar batas akal.

Albus Dumbledore, sebuah tokoh dalam novel seri Harry Potter pernah berkata “It does not to dwell on dreams, and forget to live” tidak baik untuk terus memikirkan mimpi dan lupa untuk hidup. Kebanyakan orang saat melamun tentang masa – masa indah mereka, terbuai terlalu jauh. Mereka memilih untuk hidup dalam angan – angan dan lupa untuk menghadapi kenyataan. Dan ketika hidup menunjukkan sedikit keganasannya, mereka tak mampu, mereka tak terbiasa. In the end, depresi. Sungguh bukan itu yang kita inginkan saat menyusun cita dan asa dahulu. Ada suatu pepatah mengatakan bahwa segala sesuatu tak pernah abadi. Mungkin sebagian ada yang kamu anggap bisa selamanya, namun salah. Kamu kecewa. Menyalahkan semua orang. Tidakkah disadari bahwa setiap langkah pasti memiliki pelajaran? Manusia ditakdirkan untuk selalu belajar, dari hal apapun itu. Kali ini manusia dihadapkan untuk belajar dari kekecewaan. Banyak yang bisa diambil, HANYA jika kita mau membuka hati. Dengan ikhlas kita bisa mengerti, dengan ikhlas kita bisa dewasa, dengan ikhlas kita bisa melewati satu lagi rintangan hidup.

Tak mudah memang untuk menyesuaikan diri, untuk mendewasakan hati. Tapi jika kita mengubah sudut pandang dalam memahami hidup ini, disana lah kita akan menyadari bahwa serpihan hati akan selalu tercecer di tempat yang pernah kita lalui menjadi kenangan, lalu kita tak kan sama lagi seperti kita sebelumnya. 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s