5November2013

Malam ini sengaja milih untuk jalan kaki buat beli kertas folio bergaris untuk nulis laporan kimia. Dengan lagu just give me a reason- nya Pink di headset mulai melangkah dibawah cahaya bintang.
Agak aneh sih karena belakangan ini pasti kemana-mana naik sepeda motor sekalipun itu cuma buat ke indomaret depan. Tp ternyata menikmati tanpa terburu-buru itu juga anugerah Allah. Dulu pernah baca kalo kecepatan lari kura-kura itu 1meter/menit tapi umur mereka bisa sampe 150 tahun, sedangkan anjing yang kecepatan larinya bisa mencapai 40km/jam umurnya hanya sampai 20tahun. Saat itu yang terlintas dibenak, berarti waktu itu relatif, berarti bukan makhluk yang mengikuti waktu tapi waktu yang mengikuti makhluk. Kenapa? Coba aja liat, kura-kura bergerak lambat, semuanya berlaku lambat bagi dia, termasuk waktu. Dia mengatur waktu, dia memperlakukan waktu dengan hukumnya sendiri. Lambat.
Sedangkan anjing, dia bergerak cepat, waktu disekitarnya pun bergerak cepat. Termasuk waktu hidup. Sebenernya teori ini terlepas dari agama, Tuhan, ataupun hukum formal lainnya. Hanya pemikiran anak SMA yang sok tau.
Semua itu coba saya bandingkan dengan kehidupan. Manusia yang biasa terburu-buru cenderung tidak sempat menikmati hasil yang telah dicapai. Mereka terlalu sibuk menggapai apa yang didepannya, hingga lupa menengok kanan kiri mereka. Memang sih semua orang bilang hidup itu mengejar cita-cita. Tapi banyak orang juga yang bilang, it’s not about the destination, it’s about the journey. Tentang perjalanan. Tentang proses. Dan saya lebih setuju ini. Bahkan dipemikiran saya yang sok tau ini terpikir “jangan menukar kebahagiaan hari ini dengan esok yang belum pasti”. Saya lihat hampir 60% persen orang berpikir, kalo kerja keras nanti bisa sukses. Nah sebenarnya sukses itu KAYA atau BAHAGIA? Pasti semua bilang bahagia, tapi ga sedikit juga yang mengukur sukses dengan kaya.
Saya juga berfikir seperti itu dulu, tapi lama kelamaan saya semakin banyak membaca buku dan literatur serta melihat teman dan masyarakat disekitar saya. Pikiran saya berubah. “Hiduplah di masa kekinian” kata Ajahn Brahm, seorang biksu budha di buku Si Cacing & Kotoran Kesayangannya. Masa kekinian maksudnya ya saat ini. Memaksimalkan semua yang kamu punya untuk berusaha, menjalani, menikmati apa pun yang kamu punya saat ini, bukan nanti, bukan besok. Karena tidak ada yang menjamin kita bisa bahagia besok. Bahkan 1 jam mendatangpun tidak ada yang bisa memprediksi.
Betapa banyak manusia yang rugi saat mereka terlalu terburu-buru tanpa sempat menikmati hembusan nafas yang Tuhan berikan sampai saat ini.

Sekian dulu tulisan kali ini. Lembaran folio bergaris dan deadline tugas kimia sudah menunggu. Terima kasih sudah meluangkan waktu untuk mampir 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s